Postingan Terbaru
Kita Hanya seperti Kupu-Kupu Kertas
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Ilustrasi | Pexels.com/Miguel Á. Padriñán |
Ini hari yang begitu menyesakkan! Katamu sambil menggaruk-garuk kepala yang mungkin saja tak gatal. Aku terdiam. Ya, benar-benar terdiam dengan kehidupan yang sedang menyerang ini!
Pernahkah kau melihat senja di langit yang begitu indah? Tanyamu seketika itu. Aku pun menggeleng-gelengkan kepala tanda tidak. Aku tertunduk, sedangkan kau malah tersenyum yang mungkin saja semua itu menandakan suatu kemenangan dalam hidupmu.
Problema yang aku hadapi menjadikan suatu kehidupan yang sering tumpang tindih lalu terasa tenggelam dalam lautan asmara. Kemudian, aku merasakan bahwa hal duniawi menjadi agak seret karena semua yang diinginkan itu malah menjauh dari kehidupan ini.
Namun, hal-hal yang amat sulit itu seperti tak terasa dari benakmu. Kemudian, aku melihat lagi wajahmu dengan seksama lalu menafsirkan bahwa hidupmu seperti tuan putri yang tinggalnya di istana. Hmm. Semua hal itu begitu jauh, kataku yang mencoba membandingkan hidupku dan hidupmu di malam dingin ini!
Jika saja, melukiskan keindahan dirimu bisa mengubah segalanya—kita benar-benar bisa bersatu dalam alunan cinta—mungkin aku akan melukismu dengan penuh gairah. Namun, Hal semacam itu seperti dongeng-dongeng yang sering terdengar ketika aku kecil dulu, yakni halu.
Masih di malam hari, kita duduk di minimarket dengan lingkungan yang seadanya. Aku mengerutkan kening, sedangkan kau terlihat aneh ketika menatapku. Aku memalingkan muka, sedangkan kau malah berkata, kenapa seperti itu?
Hmm. Perkataan semacam itu menjadikanku sulit untuk membalas. Aku menggeleng-gelengkan kepala, sedangkan kau malah menghampiriku dengan tatapan yang terasa sangat serius.
Kita ini manusia-manusia yang penuh cinta! Tiba-tiba saja kau mengeluarkan suara semacam gitu. Apakah cinta itu menyulitkan? Tanyaku yang mungkin saja membuat kau tersentak kaget.
Kau pun malah terdiam lalu duduk lagi di sampingku ini, sedangkan kedua matamu seperti sedang mencari jawaban untuk pertanyaan itu.
Kita ini hanyalah seperti kupu-kupu kertas yang terbang lalu bisa hancur juga terkena air! Aku pun berkata semacam itu yang mungkin saja terasa bergetar dalam benakmu.
Kemudian, aku pun benar-benar melihat wajah cantikmu sehingga kau tampak merah jambu. Hmm. Mungkin saja, momen semacam itu membuatmu salah tingkah.
Andaikan kau harus tahu! Sudah dari hari-hari kemarin, aku ingin merasakan momen seperti ini—berdua bersamamu dengan merasakan alunan asmara yang membakar hatiku. Bahkan, momen ini menjadi salah satu momen yang amat ingin aku lukiskan di kanvas kosong berbentuk kenangan!(*)
2024
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar